Tema Khotbah : MENGUDUSKAN
by. MARTHEN LUTHER WOREMBAY
(IMAMAT 20 : 7) : “Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan
kuduslah kamu, Sebab Akulah Tuhan Allahmu.
Konteks Historis
Ayat
ini memiliki konteks historis yang unik, melalui Musa, Allah menegaskan bangsa
Israel untuk menguduskan diri mereka. Pengudusan yang dimaksudkan adalah sikap
menjauhi segala dosa dan tetap melakukan segela perintah Tuhan (Imamat 20:8).
Allah kembali memperingatkan bangsa Israel karena tanah Kanaan yang akan mereka
masuki adalah tempat yang tidak mengenal Tuhan. Tindakan seperti penyembahan
berhala, percabulan, dan perzinahan adalah hal lumrah di tempat itu. Sehingga
Allah kembali memperingati bangsa Israel untuk menjauhi tindakan dosa seperti
bangsa Kanaan. Allah memberikan kunci yaitu setiap orang dari umat-Nya harus
menguduskan dirinya, dan harus menjadi kudus.
Hal-hal Allah
tegaskan untuk tidak dilakukan oleh orang Israel dalam Imamat 20 adalah :
- Jangan menyerahkan anak-anak mereka untuk dipersembahkan kepada Molokh (ay. 1-4)
- Allah menentang orang yang menyembah Molokh dan mengikuti arwah-arwah dan roh-roh peramal (ay. 5-6)
- Kuduskan diri dan menjaganya. (ay. 7-8)
- Jangan mengutuki ayah dan ibu.
- Jangan berzinah.
Situasi historis dalam perikop ini
Diperkirakan ditulis pada tahun 1445-1405 sM dalam bentuk pemerintahan Teokrasi
yang pada masa itu bangsa israel mereka sedang berkemah di Kaki Gunung Sinai,
Kekudusan manusia tidaklah mutlak, dan kekudusan yang dimiliki Allah
adalah absolut/mutlak. Karena Allah adalah kudus dan manusia mendapatkan
kekudusan tersebut dari Allah (Ima.20:8). Jika ditafsirkan secara menyeluruh
Allah ingin umat-Nya untuk menguduskan diri, walaupun sifatnya adalah proses. Tetapi
tidak sampai disitu saja, Allah ingin umat-Nya mencapai kekedusan yang
sesungguhnya dimana umat-Nya harus memiliki rasa hormat dan takut akan Tuhan,
sehingga mereka tidak berbuat dosa dan tetap hidup dalam kekudusan tersebut.
Allah menegaskan hal ini pada orang Israel dan mengambil diri-Nya sendiri
sebagai contoh atau patokan utama dari kekudusan yang harus dicapai oleh
umat-Nya. Tuhan adalah Allah yang kudus, Ia pun ingin umat-Nya memiliki
kekudusan, sekalipun kekudusan itu adalah hasil pemberian-Nya, dan kekudusan
yang itu diharapkan agar tetap dijaga dan dipegang oleh umat-umat-Nya
Dalam
Imamat 11: 44 dikatakan bahwa :. sebab Aku ini kudus,
dan janganlah kamu menajiskan dirimu...jadilah kudus, sebab Aku ini kudus” Dalam
kitab Imamat perintah Allah untuk menguduskan diri dan tetap berada dalam
kekudusan. Tercatat sebanyak tiga kali (Ima.11:44-45; 19:2; 20:7-8) dalam
perikop yang berbeda Allah menekankan pada kekudusan yang harus dimiliki oleh
umat Allah. Hal ini Allah tegaskan agar mereka menjauhi dosa. Allah menyadari
bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan cepat berubah setia,
sehingga Allah terus menegaskan untuk menguduskan diri dengan cara berpegang
pada perintah Tuhan dan menjauhi dosa perzinahan, penyembahan berhala dan lain
sebagainya.
Kekudusan adalah
hal terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat Allah, karena tanpa kekudusan
hidup manusia akan sangat mudah jatuh dalam dosa sehingga rasul Petrus dalam 1
Petrus 1:13-19 mengingatkan kepada jemaat-jemaat Tuhan yang tersebar di Pontus,
Galatia, Kapodokia, Asia Kecil, dan Bitinia untuk tidak hidup menuruti hawa
nafsu mereka. Melainkan hidup taat, dan menjadi kudus di dalam seluruh
kehidupan mereka. Karena Allah yang telah menguduskan mereka adalah kudus. Mereka
telah dikuduskan oleh pengorbanan Yesus dengan mencurahkan darah yang mahal.
Sehingga mereka beroleh kepercayaan kepada Kristus dan mendapat pengudusan dari
Allah. Dampak dari pengudusan tersebut harus nyata dalam ketaatan kepada
kebenaran firman Tuhan. Sehingga dapat mengamalkan kasih dengan segenap hati di
antara umat pilihan Tuhan.
Hal-hal
yang dapat dilakukan untuk mencapai kekudusan dan menjaga kekudusan:
- Bertobat secara sungguh-sungguh.
- Penyerahan diri sepenuhnya kepada tuntunan Roh Kudus.
- Membangun hubungan intim dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman Tuhan.
- Menjauhi perbuatan dosa.
- Mematuhi dan melakukan perintah-perintah Tuhan
Jika hal-hal ini
dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh komitmen. Maka setiap umat Tuhan
dapat mencapai tingkat kekudusan yang Allah inginkan, dan dapat menjaganya
hingga akhir dari hidupnya di dunia.
Karena
itu saya menarik kesimpulan dari bagian
khotbah ini, yaitu :
Sama seperti bangsa
Israel, Allah ingin kita juga hidup dalam kekudusan. Namun, hal yang penting
diperhatikan adalah kita telah dikuduskan oleh pengorbanan Yesus di atas kayu
salib. Maka dari itu setiap kita harus menjaga kekudusan itu dengan cara
melakukan firman Tuhan dan menjauhi dosa.
Tuhan Yesus memberkati 😇
Comments
Post a Comment